Menurut Kantor Berita ABNA, Syaikh Muhammad Sa'id Ramadhan al Buthi, seorang ulama besar Sunni kenamaan Suriah gugur akibat serangan bom bunuh diri anggota kelompok Wahabi yang menyerang masjid Al-Iman di ibukota Suriah dan menewaskan sedikitnya 25 orang serta melukai 30 lainnya.
Beliau lahir tahun 1929 dan menempuh jalur pendidikan agama di universitas pada bidang ilmu syariat. Beliau telah menghasilkan banyak karya diberbagai bidang ilmu Islam khususnya pembahasan aqidah dan fiqh.
DR. Rasul Ja'farian, seorang sejawarahwan dan akademisi kampus Iran mengatakan, "Kita tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi teror dan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok takfiri terutama jika teror tersebut ditujukan untuk menghabisi nyawa ulama-ulama Islam. DR. Buthi memiliki ilmu agama yang luas, menguasai berbagai macam bahasa, Arab, Turki, Ingris dan Kurdi, dan selama 3 kurun dikenal sebagai ulama besar Ahlus Sunnah di dunia Islam. Beliau adalah ulama yang bijak, tawadhu dan disegani. Dan beliau banyak mengungkap penyimpangan-penyimpangan aqidah Wahabi kepada kaum muslimin."
Beliau melanjutkan, "Pada tanun 1426 H beliau mendapat penghargaan internasional penguasaan terhadap ilmu-ilmu Al-Qur'an dan mendapatkan pengakuan sebagai ulama yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dalam bidang keislaman. Diantara karyanya yang paling terkenal adalah, kitab as Siratu al Nabawiyah yang telah berulang kali naik cetak. Beliau bukan hanya menentang aqidah dan penyimpangan Wahabi namun juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan kelompok Ikhwanul Muslimin Suriah, sementara dengan Bashar Asad presiden Suriah beliau memiliki hubungan yang baik. Meskipun demikian beliau tetap dikenal sebagai ulama yang bersih dari kekisruhan politik bahkan beliau berkali-kali menegaskan untuk tidak terlibat dalam urusan politik."
Menurut DR. Rasul Ja'farian, teror yang menimpa ulama besar Suriah tersebut adalah musibah besar bagi dunia Islam. "Syahidnya beliau, dengan kondisi terbunuh lewat ledakan bom oleh kelompok teroris di masjid al Iman yang beliau menjadi imam masjid tersebut beserta 20 orang lainnya menunjukkan bahwa Wahabi meskipun terhadap ulama besar Sunni yang berusia 80 tahun tidak memiliki rasa belas kasihan, dan untuk mencapai tujuan busuk mereka, mereka menghalalkan segala cara. Menyerang masjid dan membunuh ulama. Ini menunjukkan kelompok teroris Suriah bukan orang yang beragama dan apapun yang mereka lakukan yang diuntungkan adalah kelompon Barat dan musuh-musuh Islam." Ungkapnya.
Dalam penyampaian terakhirnya, "Wahabi dalam sepanjang sejarah, bukan hanya memusuhi Syiah, namun juga melancarkan permusuhan dan kebencian terhadap kelompok-kelompok Sufi dan kaum muslimin diluar kelompok mereka. Bagi mereka selain golongan mereka bukan Islam. Mereka dalam beberapa tahun terakhir melakukan berbagai makar dan kekacauan dan bagi mereka, hanya mereka yang layak menyandang gelar kaum muslimin."
Syaikh al Buthi, kamis (21/3) gugur bersama 20 orang lainnya ketika beliau sedang menyampaikan pelajaran agama di masjid al Iman di Damaskus oleh serangan bom bunuh diri kelompok Wahabi.